Filed under Personal

Setia pada Cinta

Sedikit agak malu memang ketika harus menulis blog ini, tapi dari dulu ingin menuliskan perasaan ini tapi akhirnya hari ini kutuliskan juga.

Inspirasi kisah ini berasa dari ekspresi hampir semua orang yang terheran-heran kalau saya bilang :
” Saya dan Nanda sudah menjalin hubungan jarak jauh lebih dari 7 tahun semenjak SMA”

Banyak dari mereka heran, ada yang takjub dan spontan bilang “waaa hebaat, kok bisa”, ada juga yang bilang “wah keren, tapi lo sempet selingkuh kan” bahkan ada yang bilang “Nanda nya selingkuh tuh di sana”. Selain senyum, biasanya saya jawab dengan ringan “Ga tau kenapa yah”, atau “Ga da yang mau diselingkuhin sih” atau alasan favorit saya :  “yah, maklum lah sama-sama ga laku, jadi bisa awet”. Untuk alasan yang terakhir ini biasanya nanda  nya langsung ngeles, “Enak aja, mau dikasih list cowo yang nembak ade?” hi3x.

Namun alasan sebenarnya jauh lebih dalam, dan dengan maksud tertentu ingin rasanya saya share di sini.

Bahwa pria selalu identik dengan kata “Selingkuh” itu benar adanya, dan mungkin itu pula asal ekspresi heran mereka ketika mendengar LDR 7 tahun kami. Secara pribadi sebagai lelaki saya tidak mau munafik bahwa begitu banyak godaan di luar sana yang seringkali menggoyahkan perasaaan ini sehingga kadang membanding-bandingkan dari berbagai aspek, mulai dari kecantikan, kecerdasan maupun keshalehan. Namun beberapa paradigma yang kupegang mampu membantuku untuk bisa sampai pada tahapan ini. Paradigma inilah yang ingin aku share dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pasangan yang sedang merajut hubungannya. paradigma-paradigma ku adalah :

Satu, “Pada dasarnya semua Pria  adalah brengsek tapi yang paling brengsek adalah mereka yang mempermainkan wanita”. Saya sebenarnya heran ketika memiliki seorang teman yang dengan bangganya menceritakan kisah perselingkuhannya. Memang banyak juga di dunia ini pria-pria sok ganteng (dan memang bener sih beberapa diantara mereka yg ganteng beneran) dengan mudahnya berganti pasangan semudah mereka berganti baju. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa adalah kewajaran bila seorang pria selingkuh atau pun gonta-ganti pasangan.   Namun saya memiliki pandangan tersendiri, buat saya wanita adalah sosok yang harus dihargai dan dijaga perasaannya sehingga tindakan selingkuh maupun hal-hal yang menjurus ke sana secara otomotis menimbulkan perasaaan bersalah yang teramat sangat dalam hal ini.  Saya tak ingin sok suci dengan mengatakan bahwa saya tidak pernah terpikir untuk selingkuh atau berkhianat, bahkan hampir sekali saya setahap lagi untuk melakukan hal keji itu. Namun kembali, perasaan bersalah dan paradigma “brengsek” itu membawa saya kembali, bahkan kala itu saya menangis karena apa yang telah kulakukan pada pasanganku.

Jadi, selama kita tidak mematri dalam paradigma kita bahwa selingkuh dan gonta-ganti pasangan adalah sesuatu yang “brengsek” maka kita belum siap untuk serius menjalin hubungan.

Dua, “Ada seseorang nun jauh di sana yang menungguku”. Yang kedua ini adalah kunci dari hubungan LDR kami. Alih-alih menjadikannya alasan untuk mencari wanita lain, kita bisa menggunakannya sebagai pemerkuat simpul hubungan dengan pasangan kita. Saya adalah penganut keyakinan bahwa “Yang baik untuk yang baik” sehingga jika Anda ingin perasaan Anda dihargai pasangan maka kita harus menghargai mereka, ketika Anda setia maka yakinlah pasangan Anda akan setia. Hal ini lah yang selalu memadamkan api asmaraku yang seringkali tumbuh ketika ada wanita yang mendekati atau ada wanita yang terlalu cantik untuk tidak didekati :) . Saya selalu yakin bahwa dia akan setia dan menunggu selama saya melakukan hal yang sama.

Jadi, Selama kita tidak yakin bahwa dia akan setia dan terus menunggu kita, maka sisi busuk akan selalu menggarayangi kehidupan asmara, so.. keep positive thinking bro..

Ketiga, “Kita adalah apa yang kita pikirkan”. Alasan ketiga ini adalah hal yang paling powerful sebagai senjata saya untuk tetap setia. Dari dulu saya selalu tidak mau tunduk dengan yang namanya emosi maupun perasaan karena saya yakin bahwa mereka semua adalah kita yang mengendalikannya. Semuanya bermula karena waktu SMP dulu saya sempat membaca buka berjudul “Kekuatan Pikiran” yang pada intinya mengatakan bahwa banyak hal yang bisa diperolah jika kita bisa mengendalikan perasaan kita. Oleh karena itu saya yakin bahwa Marah, Sedih, Cinta, Kesal, Bahagia adalah “Pilihan” yang dapat kita kendalikan. Perasaan itu memang muncul secara refleks atau spontan ketika kita mengalami sesuatu (misal: didekati teman cewe yang cantik) tapi ekspresi atau tindakan lebih lanjutnya adalah kita yang menentukkan. Kita dapat terus berlarut-larut dengan perasaan itu dan bahkan memupuknya atau kita memilih logika kita yang berperan dengan mengingat bahwa kita sudah memiliki pasangan. Saya paling tidak respect ketika melihat ada pria yang terlalu berlebihan terbuai dengan cinta sehingga rela melakukan apa pun bahkan hal yang bodoh untuk mendapatkan “kecengannya”. Bukan apa-apa, saya tau bahwa itu adalah perjuangan mereka untuk mendapatkan orang yang mereka inginkan, namun ketika sudah berlebihan pun terlihat tidak pantas. Sebagai lelaki harusnya kita juga perlu memiliki harga diri dalam menentukkan pasangan kita.

Jadi, kata orang bijak : Kita tidak akan bisa menaklukan orang lain jika kita tidak bisa menaklukan diri kita sendiri.

Keempat, dan terakhir, “Perbanyak aktivitas “non asmara” kita”. Tak dapat dipungkiri bahwa PikTor (baca: pikiran kotor) seringkali muncul ketika kita sedang bengong atau tidak ada kerjaan. Selama kita bisa terus tenggelam dalam aktivitas positif kita semacan berorganisasi, meniti karir ataupun belajar maka waktu yang kita sediakan untuk “mempertimbangkan” melakukan hal yang buruk pun makin sedikit. Selingkuh, gonta-ganti pasangan dan tindakan “brengsek” lainnya menyerap energi dan waktu yang sangat signifikan dari diri kita, oleh karena itu akan luar biasa hasilnya jika kita bisa mengalihkan energi itu untuk hal lain yang lebih positif.

Jadi, semua orang mendapatkan 24 jam dalam sehari, perbedaan orang yang berhasil dan tidak adalah apa yang mereka lakukan selama 24 jam itu.

That’s it…

Sebagai khatimah (penutup) dari tulisan ini, saya ingin kembali menegaskan bahwa saya tidak bermaksud sok suci, saya pernah dan hampir pernah selingkuh dengan wanita lain. Namun kesalahan dan kebodohan itulah yang membuatku merasa teramat sangat bersalah sehingga menjadi pelajaran untuk meniti masa depan.Who knows, Mungkin suatu saat nanti saya akan termakan sendiri oleh tulisan saya ini (seperti AA gym yang termakan omongannya sendiri tentang poligami), namun saya memilih untuk melakukan hal yang terbaik untuk menjaga hubungan ini  seraya berdoa Naudzubillahi Min Dzalik (semoga saya dilindungi Allah dari hal seperti itu (selingkuh)).

Mengetuk Pintu Akhirat, Kecelakaan yang mengubah kehidupan

         15 Tahun sudah, semenjak TK sampai SMA, orangtua menyekolahkanku di sekolah islam. Sudah tak terhitung banyak aku mengantuk mendengar apa itu Dzikrul Maut (Ingat mati) dan betapa dekatnya hal itu dengan kita. Namun baru kemarin kamis saya tau betapa dekatnya apa yang kusebut Kematian…

———————————————————————————————————————————-

       
Awalnya tidak ada yang tak normal. Saat itu kami sekeluarga berencana menuju Tasikmalaya untuk berqurban dan membawa paket donasi untuk orang-orang jompo dan yatim piatu (hal yang memang secara rutin tiap tahun ayahku lakukan). Kebetulan, tidak seperti Id sebelumnya, kani bisa ikut karena tidak ada kegiatan di kampus atau asrama seperti tahun-tahun sebelumnya.

        Kita semua berangkat setelah shalat Id (saya salatnya di Bogor) dan melewati rute biasa via tol Cipularang. Posisinya ibu, ayah dan adik paling kecil (dede) duduk di jok depan. Sedangkan di jok tengah dari kiri ke kanan berturut-turut, paman, saya, kakak dan adik (yusuf) Awalnya semuanya seperti biasa saja, mobil Isuzu Panther Touring kami yang dikendarai ayah melaju dengan kecepatan 80-90 Km di Tol Cipularang yang kebetulan agak padat saat itu. Dan seperti biasa juga ayah menyupir dengan lincah salip sana salip sini. Jangan salah walau rambut telah beruban tapi masalah menyupir jiwa ayahku bagaikan kembali ke masa muda.

        Kemudian kejadian itu pun terjadi. Di awali dari niat menyalip mobil, ayahku mengambil bahu jalan tol. Namun saat melintas di bahu jalan,tiba2 suatu suara kras,”GRAKKK” mobil sprtinya menabrak sesuatu dan melindasnya. Entah kenapa tiba2 mobil seperti kehilangan kendali,oleng ke kiri lalu kemudian ke kanan dan masuk ke badan jalan (jalur cepat). Ketika masuk badan jalan dari arah kanan belakang tiba-tiba melesat bis dengan kecepatan tinggi, dan

..BRAKKK,

        Mobil kami menghantam bis dengan keras,saat itu aku mulai pasrah sprtinya kakiku telah melewati pintu akhirat. Mobil kmudian terguling ke kiri (kopral), entah berapa kali, namun kurasakan dari benturannya sepertinya lebih dari dua kali jungkir balik.

..BUGGHH..BUGHH..BUGHH…
Sangat nyata kurasakan mobil terguling,
ASSYHADU ALAA ILAA HA ILALLAH
ASSYHADU ALAA ILAA HA ILALLAH
Hanya kalimat itu yang terucap dari bibir ku saat itu bersamaan bumi yang seolah berputar dalam pandangan mata. Saat itu aku sangat takut dan pasrah. Demi Allah saya benar-benar takut, saya sadar ini adalah TOL!!, hanya menunggu waktu apakah mobil kami akan disambar mobil lain dengan kecepatan tinggi atau justru terguling masuk ke Jurang Tol Cipularang (bagi yang penah liat jurangnya, dijamin merinding). Satu, dua, tak kurang dari tiga kali mobil terguling, dan kemudian rasanya pandangan sesaat menjadi gelap…

Namun takdir Allah berkata lain, mataku pun terbuka, saat itu pun aku tersadar bahwa mobil telah berhenti berguling dalam posisi mobil tegak normal. Kulihat bangku depan ayah dan ibu terduduk diam tak bergerak. Kulihat ke kiri pamanku di samping terdiam kaku, TAPI KETIKA KULIHAT KE KANAN ..
AKu menyadari adikku telah tak ada di tempatnya, kumenerawang keluar pecahan jendela, ASTAGFIRULLAH, adikku Muhammad terlempar sekitar 5 meter dari mobil ke jalan Tol, terkapar dengan kepala bersimbah darah. Dalam hati aku berdoa, ya Allah aku belum sanggup bila kau mengambil nyawa adikku saat ini.

Secara spontan saya keluar dari mobil menuju Muhammad (Saat itu sepertinya tubuhku tidak terasa sakit apapun), semakin kudekati, semakin takut hati ini, Namun semuanya hilang tatkala terdengar tangisannya.. “Alhamdulillah ya Allah di masih Hidup”. Langsung ku gotong dan kupeluk dia dan berusaha menenangkannya bersama darah yang mengalir di sekujur kepalanya.
Keadaan kemudian persis seperti apa yang kulihat di TV, manusia-manusia berhamburan untuk membantu mengeluarkan keluargaku dari mobil, petugas jalan menyetop laju mobil, dan beberapa orang mencoba mengamankan barang-barang kami mulai dari DOmpet, Kunci, sampai Alquran. Ibu dan Ayah  dikeluarkan dari mobil dengan darah mengalir di kepala  dan ditidurkan di aspal yang panas . Paman masih berada di Mobil karana sepertinya tulang punggungnya ada yang patah. Saya dan kakak (selaku 2 orang yang paling kecil cederanya) berusaha menenangkan Yusuf dan dede sambil memayungi ibu.

Tak berapa lama tibalah ambulan, pertama ibu dinaikkan ke Ambulan, kemudian yusuf dan terakhir paman. Saya dan kakak berbagi tugas, kakak tetap di TKP menemani ayah (yang juga hanya luka ringan) dan saya ikut Ambulan. Di ambulan, saya duduk di depan memangku si dede yang kepalanya bocor dan terus mengeluarkan darah (walaupun anehnya dia tak merasa). Dan ketegangan kemudian berpindah tempat dari TKP ke Unit Gawat Darurat RS Efarina Etaham..

————————————————————————————————————————————

Pikiranku kembali ke masa kini.. kecelakaan itu telah setahun berlalu tapi trauma tetap tersimpan, kini entah kenapa tiap kali melewati jalan tol khususnya ketika mobil di bahu jalan, rasanya jantung ini tidak tenang.

Sejak kecelakaan itu aku sudah tidak dapat kiriman dari orang tua ku karena keadaan ekonomi keluarga saat itu hancur, tapi justru kecelakaan ini adalah awal bisnis rozelt ku yang kemudian dapat menghidupiku untuk sehari-hari.

Dimarahin dekan, dimarahin wakil dekan, eh malah lolos, Weird..

“Hallo kani, saya Sam Herodian ni, saya dengar dari pak Rimbawan kamu mengundurkan diri dari seleksi Student summit ke tokyo? benar? kenapa?”

“Oh iya pak, maaf, betul pak kemaren saya memutuskan untuk tidak ikut karena dari departemen ITP merekomendasikan anak 42 untuk maju, karena mereka yang akan ikut Mapres untuk tahun depan”

“Wah kani kamu harus tahu, KAMU SEKARANG ADALAH WAKIL DARI FAKULTAS BUKAN LAGI DEPARTEMEN KAMU, SAYA AKAN SANGAT KECEWA KALO KAMU MELEWATI KESEMPATAN INI, KAMU HARUS IKUT!!”

“Eh iya pak, iya..maaf pak”

“BAGUS, SAYA TIDAK MAU HAL SEPERTI INI TERJADI LAGI, assalamualaikum”

“waalaikum salam pak”
Tiba2 saja jantungku berdegup kencang, waktu saat itu menunjukkan pukul 10.13, oh my god.. its impossible, i should make a presentation in just a half hour to compete with many outstanding students like Nur Hasanah, Galih, Dordia, Dita, Galih, Otank, Dodi dan sejenisnya!!. My brain start to calculate… hmm.. kalo bikin presentasi seminar aja aku harus semaleman ga tidur untuk latihan, dan itu pun mix language bahasa and english. Kalo ini should be presented in english, sementara aku ga ngerti tentang papernya, langsung keluar hasil kalkulasinya.. “You may succeed with 1 % probability”

Oh my god… its useless, dari berbagai sudut pandang pun aku sudah secara de facto ditetapkan bahwa aku tak akan lolos kalo harus maksain presentasi. Ancurr.. maakkk..

“Hallo umam, ada di kosan ga?”
“oh ada kak, kenapa?”
“Darurat mam, saya disuruh presentasi untuk Student Summit, dan sama sekali belum siapin presentasinya, boleh modif punya kamu ga?, nama kamu dan beqi akan tetep ada”
“oh iya boleh, ke kosan aja sekarang kak, aku lagi nyuci”
“Oke , thanks berat ya”

Singkat cerita aku datang ke kosan umam untuk memodif presentasinya, mentranslate secara radikal dan menambah aspek “apllication policy” dan “feasibility study” biar aku juga ikut berkontribusi ide. Dan yup.. ternyata perlu 45 menit untuk merubah nya, dan aku langsung ngacir, berlari kaya orang kesetanan.

When i came to ditmawa, its make me more hopeless.. the others contestant look very confidence and well prepared. In other hand, i’m try to manage my breath and swap my sweat. and i said to me “I’m Dead!!”

Ok, lets we jump to the end of this story,

Its about at 13.00, when otank, the second last contestant called my name
“Mas Kani, masuk”

Seperti biasa, strategi presentasiku dimulai,

1. “First Impression”,kalo biasanya para dewan juri dibuat terdiam dengan animasi intro flash ku yang elegan (hasil editan dari internet sebenarnya), tapi kali ini aku memberi first impression yang lain. Tampilan pertama presentasiku kira2 seperti ini..

“The Development of Biodegradable Packaging Base on Cassava Plant and its Application Policy in Indonesia”

Written by :
Khairul Umam
Moch. Subkhi
M. T. Assyaukani

sejenak, i see the judges are whispering, yes i understand that this paper is made not by single person and my name lie in tho bottom amont the others. Yes its true that even i can  erase the name of Umam and SUbkhi, but my “principe” say that “it’s wrong, you should write down the others”

Dan aku berusaha menjelaskannya ke dewan juri… bahwa aku ga bisa membohongi diriku sendiri, tapi ekspresi mereka tetap tak menyenangkan hiks..        Blunder ke satu…

2. Strategi kedua adalah “Flow of Emotion”, sebenarnya bagiku presentasi seharusnya  aliran emosi bukan saja sekedar kata-kata yang menkuliahi. Oleh karena itu aku biasanya menyusun skenario presentasi. Dan untuk presentasi ini, nama nya sedikit berubah menjadi “FLow of embarracing”, alias malu2in.. bagaimana tidak.. ternyata beberapa slideku masih berbahasa indonesia, dan bahasa inggrisku kacau abizz.. aseli keliatan wong desonya. Terus hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa, “i haven’t read the paper completely”, kacau bahkan diriku baru denger istilah “poly lactic acid”. duuhhh.. Blunder Kedua


3. Dan strategi terakhir, “Great Finishing”, kalo biasanya aku bikin apkah itu kutipan or kata-kata menyentuh or something else lah that can touch perasaan sang juri.  Tapi apa yang terjadi kemaren adalah sebaliknya, “Dead Finishing”, itu kayanya lebih tepat coz ketika menuju slide terakhir tenyata slide yang muncul adalah slide Rosella, Lha?? karya tulis mapresku.. lho kok bisa?? ya bisa coz emang aku pake template rosella ku dan aku lupa menghapusnya di bgian khir slide.. memalukan… sesaat aku berpikir tuk naik ke lantai paling atas rektorat dan …?? (Astagfirullah)… Blunder Ketiga

Yah sudahlah, its over, daripada dimarahin pak Sam lagi, mendingn presentasi biar kacau balau juga.. udah ah curhatnya.. bye (sory ga penting) .

(updated)
Eh ternyata keputusan nya dah keluar, dan aneh bin ajaib aku lolos, waks, Anehh.. ternyata katanya dewan juri terkesan dengan kemampuanku menjawab pertanyaan mereka yang walaupun simple dan tidak teoritis tapi kena ke intinya. Hmm apa iya ya.. ga tau ah, tapi ini bener2 aneh…tapi aku ke tokyo!

Apa!! Tokyo!!, Plok..Plok..Plok..ga mimpi ni,cubitin dong..!, i still not believe this..

Selalu ada kenangan di tanggal 17 Agustus

(17 Agustus 2000, Pesantren Persis 76 Garut)
        Ini kali pertama saya mendapat hadiah ulang tahun, biasanya paling maksimal adalah dibuatkan nasi kuning oleh ibu, itu pun kalo ibu ingat kalo 17 agustus adalah hari ulang tahunku :) (maklum ga ada tradisi mengingat ultah di keluargaku). Ulang tahun ini aku mendapat sebuah kado yang agak besar, ketika dibuka terlihatlah sebuah kaos putih bermerk H&R disertai sebuah surat ucapan ultah dari salah satu santriwati seangkatan berinisial AH dg disertai tulisan “kani koch-koch hota hai” yang sampe sekarang aku ga ngerti artinya padahal dah nonton fimnya. Entah dapat petir dari mana padahal ketemu aja sekali dua kali (maklum namanya juga pesantren) tapi dah dapet kaos mahal, ya Alhamdulillah.
       Tapi karena ada perasaan bersalah dan takut dimarahin ustadz gara2 dapet terima hadiah dari santriwati (soalnya pernah dimarahin juga), akhirnya dengan berat hati kadonya aku balikin melalui pembina asrama putri (abis malu ketemu langsung, secara dulu belum ada HP). Sehari dua hari kemudian terdengar kabar sang santriwati menangis  sampe matanya bengkak (katanya sii..) akhirnya aku dipanggil oleh si ibu pembina asrama putri dan kadonya diserahkan kembali padaku dengan pesan..”Kani ini di ambil aja kadonya, dan anggap aja ini semata hadiah tanpa maksud apa2″, dengan senang hati kuambil lagi kadonya (emang lagi butuh kaos juga sih, emang kalo jodoh ga akan ke mana2 (aku sama kaosnya maksudnya)..oh iya kabar terakhir sang santriwati sudah menikah dan punya satu anak, wah..wah..

(17 Agustus 2001, SMU Insan Cendekia Serpong)
       Ini tahun pertama aku ulang tahun dengan menggunakan seragam putih abu-abu, terlihat lebih dewasa dan terpelajar he3x… Sekolah mengadakan upacara (dan seperti biasanya capek dan membosankan), tapi tak kusangka di akhir upacara sekolah mengumumkan juara2 siswa berprestasi, dan (duh punten ya kalo agak narsis) diriku pun dipanggil kedepan, ..”Juara umum Kelas satu SMU diraih oleh Muhammad Taifiqullah Asisaukani” (nama saya tidak salah ketik, emang guruku suka susah nyebut namaku, ya sudahlah toh bukan beliau saja yang suka salah). Dan aku pun maju dengan masih menggunakan pakaian Paskibraka yang terlihat putih bersih dan bersahaja (maklum waktu itu aku jadi tim pengibar bendera)
       Kejutan tak hanya berhenti di situ, setelah selesai upacara entah kenapa beberapa rekan sekelas ku tiba2 memegang diriku secara bersamaan. “Woi apa-apaan ni..”, sekilas teringat bahwa di dekat asrama putra, persisnya depan kantin makan terdapat sebuah aliran sungai yang melewati sekolah. Warnanya coklat dan biasa menjadi pemandian para permasiuri kebo di sekitar sekolah (maklum sekolahnya emang di kampung). Dan mengingat itu dan disandingkan dengan fakta bahwa hari ulang tahunku hari ini maka hanya satu premis mayor yang kudapat..”LARI…”. Aku pun memutari sekolah padahal ga lagi dihukum, naik turun tangga hanya untuk menjauhi orang2 yang berniat buruk padaku he3x. Namun manusia juga ada batasnya, walaupun aku pernah menjadi pelari benteng terkenal di zaman SD dan sprinter kelas atas di pelajaran olahraga SMU ku tapi tetap saja kalo soal stamina aku  ga kuat. Singkat cerita tertangkaplah aku, kaki dan tanganku dipegang 2 orang dan aku di angkut seperti Kambing guling yang di ikat di kayu dan siap untuk dipanggang. Setelah sampai di tepi kali dengan semena-mena mereka mengayun-ayunkan tubuhku sembari bilang..”Satu..Dua…TIGAAA…”, dan… “BYUUURRRR…”

(17 Agustus 2003, Lapangan Upacara SMU Insan Cendekia Serpong)
      
Ini adalah ulang tahun spesial bagiku karena ultah yang ke-17 (lho so what gitu lho..!), ini juga terakhir aku merayakan ulang tahun di SMU ku tercinta. Dan rutinitasnya selalu sama, mereka mengejar diriku, aku lari, tapi aku tetap tertangkap, dan aku dengan semena-mena diayun dan dilemparkan oleh mereka ke kali. Andaipun ada perbedaan maka hanyalah keadaan air kalinya yang sudah mulai menipis, mungkin hanya tinggal 5 cm dari dasar, sehingga lebih mirip genangan lumpur daripada kali. Cukup untuk membuatku menjadi “Swamp Things” dengan penderitaan yang berlipat ganda.
       Selain itu juga di tahun terakhir ini aku memenuhi obsesiku untuk bisa mentraktir teman-teman seangkatan dengan sebotol teh sosro tiap orang DAN mengumumkan di speaker masjid , “ASSALAMUALAIKUM WR WB, PENGUMUMAN BAGI ANGKATAN MALTAVISTA SILAKAN MENGAMBIL SEBOTOL TEH BOTOL GRATIS DI KOPINMA KARENA ADA SALAH SATU TEMAN KITA YANG HARI INI BERULANG TAHUN”, (sebuah tradisi di SMU). Padahal duitnya aku dapet dari susah payah upah ngecat kursi dan meja TK/TPA ibuku (yah namanya juga obsesi).
       Yang tidak kalah terkenang juga pada tahun ini aku senang dan sedih, senang karena leas tanggung jawab sebagai ketua asrama putra dan yang lebih spesial karena dapet baju bagus dari salah satu teman putri SMU yang ehm.. cantik (duh malu) tapi sedih karena menyakiti seorang wanita dan disakiti seorang wanita… (lho kok bisa!!?), begini ceritanya… (ga ah malu, masih rahasia kapan kapan aja diceritain).

(17 Agustus 2008, Lapangan Rektorat Institut Pertanian Bogor)
       
Sebenarnya belum terjadi sih, baru besok, ga pa2 lah toh bisa diedit..he3x
        Empat tahun sudah aku ulang tahun tanpa mencicipi “kehangatan” air dan lumpur kali cukup membuatku kangen dengannya (jangan-jangan aku kena sindrom “Cinta dilempar ke kali“).  Dan sudah tiga tahun aku tidak menghadiri upacara 17 agustusan, dan rencana emang ga mau ikut lagi, tapi karena di telpon Rektorat untuk ikut ya aku ikutlah.
        Jam setengah tujuh pagi aku sudah berdiri rapih di lapangan mengenakan almamater biru tua dengan logo gebukan kasur di sebelah kirinya sembari membayangkan di mana ya kali terdekat (bener ni kayanya “river addicted” toloong..). Dan upacara pun berjalan lambat dan membosankan (seperti biasanya), sampai akhirnya waktu pengemuman prestasi-prestasi mahasiswa. “Muhammad Taufiqullah Assyaukani, Juara 1 Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas Teknologi Pertanian”…. “Muhammad Taufiqullah Assyaukani, Juara 1 setara emas penyaji poster terbaik Pimnas XXI Semarang”…, akhirnya setelah 4 tahun diriku dipanggil juga ketika upacara he3x (punten lagi kalo narsis). Senangnya, bukan sekedar senang karena maju ke depan, tapi senang karena hadiahnya pas Rp. 750.000, sangat pas untuk bayar SPP yang deadline autodebetnya pas esok hari (maklum dah ga dapet dari orang tua). Bener2 berkah luar biasa padahal seminggu terakhir ini yang ada di kepalaku hanya satu, gimana caranya bayar SPP, karena boro2 tuk SPP tuk bulanan aja harus banting tulang dan nyalain kompor (masak rosela maksudnya :)
       
(17 Agustus 20xx, Di suatu tempat)
      
Seorang assyaukani telah berada di suatu kondisi ketika tanda tangannya mampu meloloskan proyek senilai triliyunan rupiah, kemudian ada seorang pengusaha yang datang dan menyodorkan uang 1 miliar di hadapan, “Pak terimakasih ya kalau mau membantu perusahaan kami memenangkan tender ini, ini sekedarnya saja”, kemudian dengan keras saya mengembalikan dan menjawabnya, “Pak, ambil kembali uang ini, taka kan  kubiarkan dalam tubuh istri dan anak-anakku mengalir darah haram korupsi hina yang menghancurkan bangsa”, dan dihadapannya pun langsung kucoret nama perusahaan nya dari peserta tender proyek. dan kutandai, perusahaan tercela..  (semoga Allah tetap menjaga integritasku sampai kapanpun jua..amiin).

Great Imperial Palace, Asakusa.. Ueno.. Shinjuku..Sughooiii, awesome (Tokyo Love Story 2)

Huff..dear Blog, today is the last day for ISS program, so we have a free time to visiting many of great place in Tokyo.

The first place that we visit is The Imperial Palace of Japan Emperor in Tokyo. Do you know that Tokyo mean (To : east Kyo: Capital), so that from the beginning of Edo era in Japan, Tokyo already role as Capital city. There is also second capital in Kyoto (Kyo : capital). So that Japan have two capital city for their government in the past. The Palace is very awesome..beautiful and well managed.

Its free to enter the palace, there is many traditional stuff like painting, katana, samuran clothes, Traditional house, Dojo, stone celler and many more. The palace is surrounding with three layers great wall that reconstituted since the original one was burnt during the war. Outside of the Palace there is a very clear and beutiful river which have a bridge that connecting the palace with the outsider. Eventough we cannot see the main palace where emperor lies (since emperor for japanese its like their god) but the scenery its unforgetable, its awesome…

From Great Imperial Palace we move to Asakusa.. Aaaa its great, its time for shopping.. eventough I there only 10.000 yen remaining in my wallet but i have to buy many souvenirs for my family and my friends in Indonesia. I bought some beautiful chopsticks, traditional postcards, katana, toys and many other “Sughoi” (great) stuffs. Its very full and crowd since today is saturday. We take a lunch in traditional japanese restaurant. I’m ordered souba, of course without meat, pork and chicken, shouba is kind of noodle but it made not from wheat but shouba (honestly i dont know what is shouba maybe its some name of vegetable in japan, someone said it was buckwheat) and its very “Oushi” (delicious).

Beside it’s special foods, There is also traditional japanese temple and everybody praying including me (of course just pretending). But yes i’m praying in asakusa but not in temple but in the public chair to do “Shalat Ashar dan Dzuhur” with my friend from Malaysia.

From Akasuka we move to Ueno.. Ueno is big, crowd and lightfull. We go to some market and looking for souvenirs and also to the Cofee shop to take some rest after long journey, we took more than an hour there just speaking each other… but i very enjoy it.

And Finally, we go SHINJUUUKUUU SHUGOOOIII…it so cooollllll…. hmm but since its already 2.30 here so i too tired to continue this story.. Oyasuminasai… Sughoooiiii….

Cinta Bebek

Pada suatu malam sepasang Suami – Istri terbangun dari lelapnya karena mendengar suara “Wekk..wekk..wekkk..”…

Sang istri pun mengeluh.. “duhh.. berisik banget sih suara ayam tuh..”,

Suaminya pun tersenyum sambil menjawab “sayangku, Itu suara bebek, bukan ayam”

“Bukaaan itu suara ayam..”, istrinya pun tetap bersikukuh

“Tidak mungkin.. yang namanya ayam itu suaranya Kukuruyuukk.. kalo wekk wekk itu suara bebek”

“Wekk..Wekk”, suara itu pun terdengar lagi.

“Benarkan istriku.. itu suara bebek..”

“Bukan, itu Ayam suamiku..”

“Itu Bebek… B-E-B-E-K… titik”, gertak sang suami dengan nada kesal.

“Ayaamm…”…

Suara dari luar itu pun terdengar lagi… “Wekk..Wekk..wekk”

Sang suami pun sudah siap untuk berbicara lebih keras lagi namun kemudian terhenti…

“tapi ituu ayamm…” dengan raut wajah istrinya yang mulai menitikkan air mata..

Melihat air mata di pelupuk istrinya, sang suami pun seolah bercermin yang kemudian membawanya ke masa lalu di saat ia mempertimbangkan alasan untuk menikahi istrinya itu..

“Sayang, maafkan aku.. kurasa kau benar itu adalah ayam…”, seraya menggengam hangat tangan istrinya.

“Terimakasih sayangku..”,sambil meminjam dahu suaminya untuk bersandar..

“Wek..wekk..” dan suara itu pun terdengar lagi mengiringi pelukan hangat cinta antara mereka.

=================================================

Dy, terkadang kita terlampau fokus pada hal-hal yang tidak lebih penting dari kekasih kita yang kadang menyebabkan perselisihan. Akibat itu banyak kemudian yang lupa bahwa mereka memiliki hal besar untuk dijaga dan untuk menjaga itu butuh pengorbanan-pengorbanan kecil yang sebenarnya layak untuk kita lakukan (seperti mengakui bebek sebagai ayam).

Dalam banyak hal bahkan kadang kita bersikukuh sesuatu yang padahal mungkin kita belum tentu benar. Bisa saja ternyata itu adalah suara ayam yang sudah direkayasa genetika sehingga memiliki suara seperti bebek, atau kemungkinan-kemungkinan lain yang muncul.

Hidup kita lebih indah jika kita bisa saling menjaga perasaan pasangan kita, syukurilah bahwa Allah sudah menganugerahkan mereka yang patut kita ayomi dan kasihi. karena dari mereka lah kita dapat belajar dan makin dewasa.

- Ajan Brahm dengan beberapa adopsi kata dariku -

Buang Sampah

“It’s not just the matter of culture but also the matter how we can make the culture”

Pagi2 udah baca kaskus ternyata ada hotrit tentang budaya orang jepang buang sampah. Karena budaya itu akhirnya Jepang dapat menjadi negara paling bersih sedunia. padahal kalo ada yang pernah ke Jepang pasti tau banget betapa repotnya masalah sampah DI jepang. Misalnya aja kalo kita minum minuman dalam botol PET kayak Nu Green Tea atau sosro, nah itu kita harus copot labelnya, tutup nya dan terakhir botolnya itu sendiri. Masing-masing bagian itu harus dibuang ke tempat sampah yang berbeda. Dan tau ga di Jepang itu kalo namanya tempat sampah pasti ada ENAM wadah yang berbeda jadi ya emang kita kudu misahin sampah2 kita.

Tentu pastinya ada juga sebagian kecil masyarakatnya yang “nyeleneh” dan tidak mengikuti anjuran tersebut dengan mencampur berbagai macam sampah dalam satu tempat. Akan tetapi merekeapun melakukan itu dengan diam2 karena bagi mereka itu adalah hal yang memalukan. Malu adalah kata kunci dalam kesuksesan jepang menerapkan budaya baik ini.

Well tentunya butuh waktu lama buat mereka tuk membentuk budaya “merepotkan tapi bermanfaat” tersebut. Bayangkan bahwa betapa sulit untuk menancapkan keyakinan bahwa kebiasaan yang takes time ini kelak bermanfaat bagi semuanya. Aku membayangkan apakah hal ini dapat diterapkan di Indonesia, dan sejenak aku teringat dengan masa2 SMU ku dulu di Insan Cendekia, lalu aku bergumam Indonesia juga pasti bisa.

Waktu SMA dulu yang paling aku ingat dan menjadi budaya ku sampai terbawa kuliah adalah masalah mencontek. Betaa dulu ketika MOS (masa Orientasi Sekolah) kita dicecoki sedemikian rupa bahwa mencontek ketika ujian adalah hal yang hina. Selain itu memang ada hukuman nyata baik secara fisik dan psikis bagi siapapun yang ketauan mencontek. Alhasil itulah yang sellau kuingat dan membuatku segan mencontek ketika ujian hingga saat ini.

Hal itulah yang membuatku yakin bahwa kebiasaan buang sampah pun dapat kita bentuk. Jika kita memiliki kemauan untuk membuat sistem yang tepat serta dibantu oleh propaganda secara psikologis bahwa buang sampah sembarangan itu adalah hal yang memalukan maka saya yakin kita pasti bisa. Karena harus diingat bahwa hukuman sosial lebih ampuh dari hukum apapun. Ini adalah masalah kemauan dan waktu.

Saya mau, apakah ANda mau?

Katalog Pengantin Pria PPSDMS


Semuanya berawal dari sharing bersama tentang masa depan masing2 alumni PPSDMS regional 5 bogor dan peran strategis apa yg akan diambil ke depan. Di tengah tiupan angin pantai anyer pembicaraan terus pun mengalir hingga entah mengapa pertanyaan nikah kapan pun menjadi pertanyaan wajib. Masing2 pun membuka kartu, ada yang bilang 5 tahun lagi kaya gema,eka,galih, ada yang spesifik tahun kaya bowo yang bilang 2011 dan macam2 jawaban lainnya. Kemudian tiba2 muncul ide untuk membuat buku otobiografi kisah2 kehidupan alumni di kampus agar bisa share ke mahasiswa baru. kemudian ada yang nyeletuk ‘iya tuh buku sekalian jadi katalog nikah, jadi yg mau anak PPSDMS tinggal liat ni buku dan bisa tau profil tiap orang dan kapan mau menikahnya. Ada ada aja

Pengambilan gambar tunas bangsaku


Duh capek banget ni baru pulang dari gunung menyan. Disana tadi habis pengambilan gambar untuk acara tunas bangsaku. Tadi reporter trans 7 mewawancarai para petani. Aku dan temanku arum juga kebagian wawancara. Seru dan indah tempatnya. Cuma kasian si arum jatuh k sungai jadi basah semua deh celananya.

Shooting tunas bangsaku


Dengan kameramen trans7
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,353 other followers